Thursday , May 6 2021
Home / Anak Muda / Mencari Pasangan Hidup

Mencari Pasangan Hidup

Oleh Pdt. Henoch Edi Haryanto

Kerapkali sebagai kaum muda kita dibingungkan oleh yang satu ini, yaitu bagaimana kiat yang tepat untuk mencari pasangan hidup yang ideal. Mencari pasangan hidup memang tidaklah gampang, dan tidak boleh sembrono, asal pilih, ntar berabe! Sehingga ada yang berkata, “Jika cinta adalah teka teki silang, maka jatuh cinta adalah kejelian mengisi teka-teki kotak demi kotak.”  Cinta itu kan butuh pertimbangan juga! Cinta itu tidak buta tapi  melihat! (Cinta lebih dari emosi). Belajar berpacaran seperti belajar ilmu sejarah bukan ilmu kimia habis belajar teori langsung ke laboratorium untuk praktikum. Seringkali orang mencampur-baurkan dengan pengalaman-pengalaman romantis yang terlalu jauh sehingga akhirnya mereka tidak dapat menahan diri lagi dan berakhir dengan hubungan seks pranikah.

KEJADIAN 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Dari ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Ingin dikasihi dan diterima, senang kalau memiliki teman yang dapat bergaul dengannya dan ia senang kalau terikat pada orang lain dalam hubungan saling tolong menolong.

Apa itu Pacaran?

Berpacaran atau BERKENCAN (dating) adalah rangkaian kegiatan sepasang sejoli mulai dari perjumpaan hingga ke perkenalan yang mendalam sebelum mereka masuk ke jenjang pertunangan/pernikahan. Jadi, Berpacaran adalah masa perkenalan dua pribadi (pria & wanita) secara khusus dengan tujuan pernikahan, bukan hanya perkenalan tetapi mengambil sikap untuk mengkhususkan hubungan berdua (Komitmen: No Koleksi).

 Apa Tujuan Pacaran?

Untuk mengenal masing-masing pasangannya sehingga akan terjadi hubungan yang baik sehingga sangat mudah untuk menyesuaikan diri. Untuk saling mengenal satu sama lain secara lebih mendalam, termasuk kebiasaan-kebiasaannya, intelegensi atau cara berpikirnya, karakter, emosi, kreativitas, kerohanian, minat dan belajar untuk menyelesaikan masalah bersama. Untuk itu diperlukan adanya keterbukaan dan kejujuran, mengapa? Karena itu merupakan dasar suatu hubungan yang baik. Untuk mengenal lebih jauh calon pasangan hidup, diperlukan waktu yang cukup (cinta kilat tidak berlaku di sini!). Mengenal pribadi pasangan kita bukan berarti ingin tahu lebih mendalam secara fisik hingga dapat mengarah pada hal-hal yang bertentangan dengan kekudusan hidup.

Apa itu Cinta?

Di dalam masyarakat umum sering kita dengar istilah Cinlok: Cinta Lokasi atau Witing Tresno Jalaran Soko Kulino/sembrono. Sebenarnya cinta itu apa sih? Ada yang berkata kalau cinta itu buta? Karena buta maka sering meraba-raba, pada hal  Cinta itu tidak buta tetapi melihat, cinta itu membutuhkan pertimbangan. Sebelum mencintai, pertimbangkanlah bagaimana latar belakang hidupnya, karakter dan kepribadiannya, pendidikannya, kesehatannya, dan tentu kerohaniannya.  Dalam bahasa Yunani dapat kita temukan 4 istilah tentang cinta.

  1. Cinta Agape: cinta ilahi yaitu cinta yang rela memberi atau berkorban, cinta yang tanpa pamrih, cinta yang tak terkondisi, cinta yang tanpa syarat.
  2. Cinta Filia, kasih yang dibangun dalam persahabatan
  3. Cinta Storge, kasih yang dibangun di dalam keluarga, kasih orang tua terhadap anak.
  4. Cinta Eros, kasih manusia, kemesraan, kasih yang ada maunya.

Romance dan Cinta berbeda?

  • Bermesraan lebih didasarkan pada pengertian yang minim akan orang lain.
  • Romans lebih dibangun atas pengharapan yang buta tanpa melihat realita yang ada.
  • Mereka hanya ingin saling memiliki dan menikmati.

Misalnya: Seorang pria hanya lebih melihat pada kualitas seksi tidaknya pasangannya itu.

  • Pada umumnya manusia lebih memahami cinta itu secara emosi. Misalnya: Kebanyakan pria memahami cinta sebagai satu dorongan seks yang kuat.
  • Romans lebih mementingkan diri sendiri, meskipun sering diiringi ungkapan-ungkapan pujian pada pasangannya seperti ‘aku akan membuat engkau menjadi wanita yang terbaik’, dsb.

Ada Tiga Komponen Untuk Jatuh Cinta

  1. Passion, ada gairah dan rasa tertarik kepada seseorang.
  2. Intimacy, karena ada kecocokan, memberi waktu untuk lebih dekat, mengalami keintiman.
  3. Decision & Commitment, ada keputusan dan komitmen yang diambil.

DENGAN SIAPA SAYA BERPACARAN?

  • Dengan orang yang memang sudah disediakan Tuhan bagi saya (Kej.2:18)
  • Bukan penampilan fisik, nanti tertipu (Ams.31:30; I Sam.16:7)
  • Dengan orang yang ber-Tuhankan Yesus (2 Kor.6:14)

Mengapa Menikah?

  • Pada umumnya mereka memberi alasan ‘karena saling mencintai’, namun suatu mitos saja.
  • Norman Wright: ‘Cinta bukan alasan utama orang menikah’.
  • Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menikah:
    • Adanya perasaan bebas dari teman yang lama.
    • Ketidakbahagiaan di rumah.
    • Tekanan Sosial
    • Ada perubahan status (supaya bebas dari Jomblo)
    • Desakan orang Tua
    • Romantis

Apa Fungsi Sex?

  1. 1. Relationship
    • Mempersatukan paling dekat dua insan, sehingga memperkuat hubungan antara pasutri.
    • Kata Ibrani untuk persetubuhan adalah ‘yadha ‘ : mengenal. (Kej. 4:1).
    • Mengenal itu lebih dari pada sekedar mengetahui informasi tentang orang lain.
  2. 2. Recreation
    • Mengenal berarti membentuk hubungan mesra dengan orang lain sebagai pribadi (intim).
    • Seks adalah pemberiaan Allah untuk suatu rekreasi yang memuaskan hati kedua insan (ada kenikmatan)
    • Suatu reuni kebahagiaan mereka dikala dipersatukan dalam pernikahan.
  3. 3. Reproduksi
    • Adanya pembuahan dan kelahiran anak (prokreasi).
    • Buah dari persatuan pernikahan adalah pertambahan keturunan.
    • Anak-anak perlu mendapatkan pemeliharaan yang tak mungkin diperoleh dari suatu perceraian, kumpul kebo atau seks pranikah, dsb.
    • Anak-anak membutuhkan kesatuan & keamanan dan disediakan oleh pernikahan yang bahagia dari kedua orang tuanya
    • Seorang anak tak akan mendapatkan orang tua dengan jalan apapun kecuali melalui hubungan suami istri.

Akibat Seks Pranikah:

  1. Kehilangan kedamaian.
  2. Hubungan dengan Tuhan terganggu.
  3. Hubungan dengan sesama pun terganggu.

Cara kita melangkah:

  1. Periksa motivasi Anda
  2. Berpegang pada Firman Tuhan
  3. Jangan berpacaran dgn orang yang moralnya rendah
  4. Hati-hati dengan situasi menggoda
  5. Berpakaian yang pantas.
  6. Pilih pacar dengan hati-hati, berdasar pada Alkitab.
  7. Direncanakan dengan baik agar menjadi kesempatan yang menarik, kreatif dan menjadi persekutuan yang baik dalam Tuhan.
  8. Batasi waktu berpacaran agar tidak terlalu sering (Ams.25:17).

Ciri-ciri Pacaran Kristen:

  1. Kasihnya bersifat obyektif dengan memberi apa yang terbaik.
  2. Peralihan dari cemburu buta menjadi cemburu yang obyektif, yang menuntut sesuatu yang memang sudah menjadi haknya.
  3. Peralihan dari cinta romantis menjadi cinta yang realita sehingga tidak hanya berkisar pada hal-hal yang romantis dalam ‘mimpi indah’ saja, melainkan realistis dengan keadaannya.
  4. Peralihan dari aktifitas kepada dialog sehingga dapat saling mengenal.
  5. Peralihan dari orientasi seksual pada orientasi pribadi. Pria bukan pejantan dan wanita bukan petelor. Manusia bukan binatang!

KONKLUSI:

Cinta sejati bukan lahir dari hubungan yang bersifat BIOLOGIS  dan PSIKOLOGIS, melainkan lahir dari hubungan yang TOTAL antar dua pribadi seutuhnya (Pdt.Henoch Edi).

Tuhan Memberkati

Silahkan share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *