Breaking News

Hidup dalam Panggilan, Benar di Hadapan Tuhan, dan Setia dalam Keluarga dan Pelayanan  Lukas 1:5-9

Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam bernama Zakaria dan istrinya bernama Elisabet. Dalam Perjanjian Lama, keturunan Harun atau orang-orang Lewi memang dipanggil secara khusus untuk melayani Tuhan. Zakaria dan Elisabet hidup dalam pelayanan yang Tuhan inginkan. Meski keadaan pada zaman Herodes tidak baik dan mereka mengalami tekanan, mereka sadar akan panggilan pelayanan yang diberikan Tuhan kepada mereka.

Lukas 1 ayat 6 menyatakan bahwa keduanya adalah benar di hadapan Tuhan. Tuhan sangat menghargai keluarga, tetapi banyak orang Kristen kurang menghargai keluarga. Dalam kisah ini, Zakaria sebagai suami dan Elisabet sebagai istri hidup benar di hadapan Tuhan. Keberhasilan seorang laki-laki dalam pelayanan dan kehidupan tidak lepas dari dukungan istrinya. Ini menggambarkan sebuah keluarga yang hidup dalam kebenaran, yaitu hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan tanpa bercacat, hidup yang taat kepada Tuhan. Hidup benar adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam keluarga.

Kita juga melihat kesetiaan Zakaria dan Elisabet sebagai pasangan. Dalam Alkitab disebutkan mereka tidak mempunyai anak. Di kalangan orang Yahudi, tidak memiliki anak dianggap sebagai cela, apalagi bagi seorang hamba Tuhan yang melayani, hal ini bisa dianggap sebagai dosa. Namun, di tengah cela dan tantangan tersebut, mereka tetap setia melayani Tuhan. Walaupun doa belum juga dijawab, mereka tidak berhenti setia pada pelayanan dan juga setia satu sama lain. Zakaria dan Elisabet menjadi teladan bagaimana keluarga dan pelayanan dapat dijalani dengan kesetiaan meski menghadapi kesulitan dan perbedaan.

Silahkan share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *