Breaking News

PENYEMBAH SEJATI

Dalam komsel Beranda ini, mari kita mengerti apa itu penyembahan sejati: bukan sekadar bernyanyi seperti yang sering dikatakan orang, melainkan sesuatu yang jauh melampaui ritual ibadah di gereja; ia adalah gaya hidup holistik di mana segala yang kita lakukan baik bekerja, belajar, makan, berinteraksi dengan sesama, atau menghadapi tantangan sehari-hari dilakukan demi kemuliaan Tuhan dengan hati yang tunduk, tulus, penuh syukur, dan kasih kepada-Nya, sehingga penyembahan bukan momen sementara, melainkan komitmen total untuk hidup bagi Dia dalam setiap napas dan langkah kita.

Lalu, apa itu penyembah sejati? Diketahui ada 3 bagian

  1. Imam Kepala & Ahli Torat (Masa Bodoh) – Orang2 Israel padahal sudah tahu (Mikha 5:1)
  2. Herodes (Pura2 Menyembah) – munafik – ucapan mau menyembah, tapi perbuatannya tak mencerminkan.
  3. Orang2 Majus (Segenap Hati).

Sikap kita jangan seperti imam-ahli torat yang cuek atau masa bodo terhadap panggilan Tuhan, melainkan mari kita tiru konsep orang Majus yang menyembah dengan segenap hati, yaitu dengan melayani-Nya menggunakan yang terbaik dari apa yang kita punya—waktu, bakat, dan sumber daya—sehingga setiap pelayanan kita menjadi ungkapan kasih yang tulus dan total kepada Kristus.

Ibadah yang sejati Roma 12:1-2 Karena itu, saudara2, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah KEHENDAK ALLAH: apa yang baik, yang BERKENAN KEPADA ALLAH dan yang SEMPURNA.

APA ITU IBADAH SEJATI?

KATA ‘Ibadah’ (Latreia) ber-arti melayani, bakti atau pengabdian. Kata ‘sejati’ (logikos) berarti logika / masuk diakal atau cukup beralasan. PRINSIP: Allah menginginkan kehidupan kita dalam kasih dan pelayanan kepadaNya, bukan liturgi yang tak berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.

PERTAMA: MEMPERSEMBAHKAN TUBUH.

Kata ‘mempersembahkan (paristēmi)” –  pada dasarnya berarti “menempatkan di samping.” dari kata “histēmi” (mengatur) & kata  “para” (di samping) è penempatan korban persembahan. Kata ‘TUBUH” (soma – diri /hidup kita) è hanya dilakukan sekali saja è BERSERAH TOTAL – tak ada area yang tak diserahkan. TUBUH – Filsuf Yunani (Tubuh adalah Penjara bagi jiwa); Paulus / Kristen : Tubuh adalah Bait Allah. Dulu : Israel di Bait Allah; KITA di di setiap tempat

PENYERAHAN “TUBUH KITA” MERUPAKAN IBADAHMU YANG MASUK AKAL.

HIDUP – mengacu kepada fakta bahwa orang Kristen hidup secara rohani. KUDUS – dipisahkan atau dikhususkan untuk pelayanan Allah ètak bercacat (yang terbaik kepada Allah) BERKENAN (euarestos) –  secara harfiah =  “menyenangkan, yang baik” (diterima Allah) è hidup yang selalu menyenangkan Tuhan.

KEDUA: MENGALAMI PEMBARUAN PIKIRAAN.

Kata “menjadi serupa” – suschēmatizō dari kata “schema” (bentuk) & “sun” (dengan) – Kata “dunia” – aiōn (Zaman) è Jangan meniru perilaku dan Kebiasaan (pola) dunia ini. Kata “berubahlah” – metamorfousthe (kata kerja pasif, present imperative) – dari kata ‘berubah’ (metamorpho): berubah rupa è tetap diubahkan oleh Roh Kudus sang agen perubah – “metamorfosis” (perubahan). Kata “berubahlah” – harus berubah (terus menerus), bukan hanya tahu!. “oleh pembaruan budimu” dari akar kata Yunani (KAINOS baru dalam kualitas, bukan baru dalam segi waktu (CHRONOS ). Kata ‘budimu’ (nous = pikiran) èSeseorang akan jadi sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

KETIGA: HIDUP DALAM KEHENDAK ALLAH.

Tujuan “pembaharuan pikiran” diuraikan dalam nats ini, yaitu supaya kehendak Allah dapat dimengerti & dilakukan. Kata ‘membedakan’ (dokimazō = menguji, memeriksa, membuktikan, menyetujui) è menguji dengan sebuah pandangan menuju ke arah persetujuan). William Barclay: “dalam hidupmu sendiri, kamu dapat membuktikan bahwa kehendak Allah adalah baik dan menyenangkan dan sempurna”.

Silahkan share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *