Thursday , May 6 2021
Home / Anak Muda / Prinsip Pacaran Yang Berkenan Di hadapan Allah

Prinsip Pacaran Yang Berkenan Di hadapan Allah

Oleh Pdt. Henoch Edi Haryanto

1. PACARAN SEKALI UNTUK MENIKAH

Pacaran bukan untuk pameran, supaya orang tahu kalau Anda sudah dewasa. Pacaran bukan karena  untuk merubah status dari hidup sendiri alias melajang menjadi berpasangan. Supaya tidak dikatakan ketinggalan jaman atau kuper alias kurang pergaulan maka gue berpacaran. Agar lepas dari persoalan dan tekanan yang ada di rumah atau kost, untuk mengobati hati yang luka habis udah dikecewakan oleh pacarku, atau untuk menaklukkan setiap teman lawan jenisku, atau agar aku dapat memanfaatkan pacarku, dll, dan masih banyak alasan-alasan berpacaran yang salah, yang bisa membahayakan Anda. Karena itu, perlu memiliki motivasi yang benar untuk mengambil keputusan ‘I love you!’ kepada pasangan kita.. Berpacaran bukan hanya berbicara  masalah senang aja tetapi perlu kematangan pribadi. Jadi kalau masih merasa seperti anak, ya jangan dulu deh! Sebab itu, mulailah dengan roh dan jangan mengakhiri dengan daging. Paulus mengatakan bahwa, ‘Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah’ (Roma 8:14). Sebagai anak-anak Allah berprilakulah sebagai anak-anak Allah. Hidup sebagai anak Allah berarti harus berjalan di dalam Roh Kudus, sebab daging bertentangan dengan Roh ( Galatia 5:16-17). Menyadari bahwa Anda adalah anak Allah berarti ketika Anda mengambil keputusan untuk berpacaran: “mulailah dengan benar”.  Jika Anda mencintai seseorang, maka Anda harus menghormatinya, karena cinta bukan hanya berarti ekspresi tetapi juga tanggungjawab.

Kesiapan diri sangat penting. Jika Anda masih hidup dalam kebencian atau penyakit emosi yang belum dibereskan dengan Tuhan dan tentu juga dengan sesama maka Anda akan  banyak mengalami kesulitan dalam berpacaran. Terutama dalam menghargai pacar Anda. Ya, bagaimana bisa menghargai pasangan Anda, jika diri sendiri saja tidak dapat dihargai. Kalau begitu, penting sekali untuk merencanakan segalanya, termasuk merencanakan kapan saya akan menikah. Kata orang, ‘when you fail to plan, you plan to fail’, yang berarti kalau kamu gagal merencanakan sesuatu, kamu sedang merencanakan untuk gagal. Pacaran bukan untuk mengisi waktu atau untuk berkencan atau bermesraan dan melampiaskan nafsu birahi tetapi untuk persiapan menuju ke pernikahan. Kalau Anda tidak pengen  nikah jangan coba-coba untuk berpacaran! Pacaran tidak sama dengan beli sepatu. Bila tidak cocok bisa beli lagi yang lain. Saat Anda memutuskan bahwa dialah pacar Anda, maka tidak ada kata putus atau hanya sebagai uji coba. Maka berdoa dan pertimbangkan segala keputusan Anda dengan matang, dan menunggu waktu yang tepat.

Cinta itu buta! Tidak, bagi saya cinta itu melihat, memerlukan pertimbangan yang matang, artinya Anda tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan. Sayang ya, banyak gereja sangat abstrak dalam membicarakan cinta. Tidak ada ketentuan yang konkrit dalam mengatur anak muda dalam hal berpacaran. Sehingga banyak Anak muda ketika mengambil keputusan membawa nama Tuhan, menjadi rohani gitu loh. Ada yang mengatakan begini, “Saya tidak pernah melihat bangkitnya kegerakan nabi-nabi, kecuali saat suatu gereja dilandan cinta. Ketika seseorang dilanda cinta tiba-tiba saja ia menjadi begitu peka dengan suara Tuhan.  Saya sering didatangi orang yang dengan yakin berkata bahwa ia mendapatkan nubuatan Tuhan dan Tuhan menyetujui pilihannya. Bahkan banyak juga orang yang berani memastikan bahwa ia mendapatkan penglihatan atau mendengar suara Tuhan secara audible.” Ingat ya, jangan menyebut atau membawa nama Tuhan secara sembarangan dalam pengambilan keputusanmu, ada ayatnya (Keluaran 20:7). Mengapa?  Sebagai contoh aja, pada saat mulai berpacaran, dengan mantapnya mereka berkata bahwa Tuhan sudah berbicara kepada kami masing-masing bahwa Tuhanla yang menjodohkan kami dengan penyataan atau tanda-tanda ajaib; kayak nabi aja. Tetapi apa yang terjadi kemudian,  ketika tidak cocok lalu ngomong, kalau Tuhanlah yang suruh mereka putus. Orang macam apa ini! Tuhan selalu konsisten dengan firman-Nya!

2. TIDAK MANIFULASI CINTA.

Masa-masa berpacaran adalah masa-masa yang sangat indah, sulit dilupakan (ada memori) sekaligus membahayakan. Mengapa tidak? Kalau tidak dapat menjaga diri maka cinta dapat dimanifulasikan dengan cara melampiaskan keinginan nafsu, sehingga terjadi kehamilan. Sebenarnya, pacaran adalah sarana yang bisa kita gunakan untuk membangun hubungan yang baik. Hubungan yang baik di sini akan menciptakan  komunikasi yang baik pula. Bila komunikasi baik maka akan mudah menyesuaikan diri satu dengan yang lainnya. Dua menjadi satu tidak gampang. Maka perlu berpacaran dengan sehat! Salah satu tujuan berpacaran adalah mengenal pasangan masing-masing, bukan yang bersifat pribadi (tubuh). Kepribadian atau karakter, ide atau sudut pandang, keyakinan atau hidup rohaninya, kesehatan, latar belakang keluarga, pekerjaan, pendidikan, itulah yang harus kita kenal. Adanya pengenalan yang baik membuat kita mampu menerima pasangan dengan sehat, menghargai kelebihannya serta sekaligus dapat menerima kekurangan masing-masing. Ingat: banyak pasangan yang memulai dengan cinta yang berlebihan tetapi mengakhiri hubungan mereka dengan kepahitan hati. Cinta mereka kandas di tengah jalan.

Bagaimana cara aman untuk mengekspresikan cinta Anda tanpa terjebak dalam jeratan dosa? Berciuman dan berpelukan adalah tema yang paling sering dipertanyakan. Ada yang mengatakan kalau tidak berciuman, bagaikan sayur tanpa garam alias hambar. Kegiatan berciuman dan berpelukan adalah semacam pemanasan yang digunakan dalam hubungan pernikahan untuk masuk ke dalam hubungan coitus (intim) antara suami dan isteri. Jadi, membangun kasih yang sehat adalah dengan saling menjaga dan  menghormati, mengembangkan hubungan kasih dengan banyak berdialog atau berdiskusi, sambil tetap menaruh fokus hanya kepada Allah (takut akan Allah-ada respek). Sentuhan  fisik akan membawa Anda melangkauh terlalu jauh! Jika cinta Anda  bertumbuh kearah nafsu, Anda akan mengambil semua yang dimilikinya sekarang. Cinta seperti ini tidak akan pernah abadi.

3. ADA PENGAKUAN KEPADA ORANG TUA

 Bercinta tidak boleh dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, karena Anda anak terang! Sebagai rasa hormat Anda kepada orang tua Anda maka peneguhan hubungan Anda harus diketahui oleh orang tua Anda masing-masing.  Karena memang Tuhan minta Anda harus menghormati orang tua Anda kalau Anda pengen hidup Anda mengalami kebahagiaan dan umur panjang (Efesus 6:3). Menghormati orang tua itu perintah (Efesus 6:2; Keluaran 20:12). Adanya  persetujuan dari orang tua masing-masing akan sangat mempengaruhi kebahagaiaan rumah tangga Anda nanti. Memang benar, kutuk atau berkat yang akan Anda terima tidak bergantung kepada restu orang tua. Kutuk atau berkat yang akan Anda terima sangat bergantung kepada tindak tanduk dan keputusan Anda! Tetapi bila Anda tidak meminta persetujuan orang tuan Anda, kebahagiaan tidak menjadi milik Anda! Tanpa Anda sadari, Anda sedang menabur benih pemberontakan dalam rumah tangga Anda. Apa yang Anda tabur hari ini akan Anda tuai kelak! (Galatia 6:7).

4. BERSEDIA DIBIMBING OLEH GEMBALA ATAU PEMIMPIN ROHANI

Pemimpin rohani Anda bukan polisi yang akan mengintimidasi Anda hingga Anda takut berkonsultasi dengannya namun ia  sebagai bapak atau sahabat Anda yang siap membimbing Anda ke jalan yang benar dan tepat. Namun, banyak anak-anak muda sangat tertutup dengan pembimbing rohaninya dalam berpacaran. Mungkin malu atau takut dikhotbahi.  Firman Tuhan mengatakan demikian, “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan kelih kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu Ibrani 13:17.

Jika Anda ingin memiliki rumah tangga yang rukun dan sehat maka hargailah pemimpin rohanimu! Orang yang melanggar otoritas pemimpin rohaninya maka akan kehilangan rasa cinta kepada Tuhan, hadirat Roh Kudus, roh penundukan diri, dan nilai-nilai Alkitabiah di dalam rumah tangganya. Bila dari masa berpacaran sampai Anda menikah, Anda menyembunyikannya dari pemimpin rohani Anda, payung yang berjaga-jaga atas jiwa Anda itu secara otomatis ditarik. Diteguhkan oleh pemimpin rohani atau tidak akan menentukan pertumbuhan rohani rumah tangga Anda di kemudian hari!

Tuhan Memberkati

Silahkan share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *