1 Samuel 18:1-4
Mari dalam komsel beranda ini, saudara-saudara yang dikasihi, Persahabatan mereka bukan sekadar ikatan biasa. Yonatan rela mengorbankan haknya demi mendukung Daud, sementara Daud menunjukkan kesetiaan tak tergoyahkan.
Relasi Daud Yonatan sebagai model.
- Sahabat Karib.
- Yonatan membela Daud manakala ayanya (Saul) ingin membunuhnya.
- Reaksi Daud Ketika Yonatan mati, “saudaraku Yonatan… sangat ramah… cintamu lebih ajaib daripada cinta perempuan…” (2 Sam. 1:26).
- Berkaca dari hubungan ini: bagaimana membangun relasi yang Sehat?

1. RELASI BERPUSAT PADA KETERPAUTAN JIWA.
(Ay. 1) Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.”
- Nephesh adalah pusat dari hasrat, kerinduan, emosi, dan kehendak. Ketika Yonatan bertemu dengan Daut Nephesh mereka menjadi satu.
- Relasi yang sehat bukanlah relasi yang dangkal, hanya didasarkan pada kepentingan atau penampilan luar.
– Seringkali fidi dijadikan penentu saat berelasi.
– keuntungannya apa jika ku berelasi dengan oranglain apa untungnya bagi ku.
Relasi yang sejati lahir ketika ada “keterpautan jiwa“ — ketika kita sungguh-sungguh peduli dan menghargai keberadaan orang lain di level terdalam. yang terutama dalam firman Tuhan yang terutama adalah masalah hati, masalah jiwa, apakah dalam berelasi kita mengedepankan kesatuan jiwa atau tidak.
- Mengapa terpaut? Karena visi mereka sama.yaitu sama taukut akan Tuhan dan mengandalkan Tuhan
- keterpautan jiwa lahir dari kesamaan iman dan visi. Yonatan melihat di dalam diri Daud hati yang sama seperti dirinya: seorang pahlawan iman yang percaya Tuhan lebih besar dari raksasa mana pun.
- Ada chemistry rohani yang membuat mereka langsung terhubung.
2. RELASI DIDASARI PADA KOMITMEN KESETIAAN.

(Ay. 3) “Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri”.
- Keterpautan jiwa dilanjutkan kepada komitmen kesetiaan.
- Pola “karat-berit” menunjuk kepada “membuat perjanjian” dalam PL.
- Sama seperti Allah yang membuat perjanjian dengan Israel dan menuntut komitmen kesetiaan, demikianlah relasi yang sehat harus didasari kepada komitmen kesetiaan yang sama.
Mari kita membangun relasi yang mempunyai kotminmen. mempunyai komitmen kesetiaan. kita harus mempunyai komitmen kesetiaan di dalam hidup.
3. Relasi Dibuktikan dengan Relaberkorban.
(Ay.4) “Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya”
Lihat Pengorbanan Yonatan.
- Yonatan rela berkorban serta mengesampingkan haknya sendiri sebagai putra mahkota.
- Apa yang sebenarnya Yonatan korbankan?
- Identitas: Jubah adalah identitasnya sebagai putra raja.
- Masa Depan: Pedang dan panah adalah alat untuk meraih kemenangan dan takhta.
- Harga Diri: Dengan memberikan atribut perangnya, ia seolah berkata, “Engkau lebih layak menjadi pahlawan daripada aku.”
Yonatan tidak merasa tersaingi atau iri hati terhadap keberhasilan Daud nantinya.
Relasi yang timbul dari jiwa, ada komitmen di dalamnya, serta rela berkorban satu dengan yang lain.
Media Informasi Jemaat Media Informasi Jemaat GBT KAO Ngesrep