Breaking News

“KELUARGA YANG TAK TERGOYAHKAN”

Mari kita jadikan Tuhan sebagai pondasi utama dalam keluarga kita, sehingga setiap langkah dan keputusan yang kita ambil selalu berlandaskan kasih, kebijaksanaan,. Kita tahu bahwa krisis terbesar dalam keluarga adalah krisis cinta sejati, dan seperti yang digambarkan dalam Mazmur 127:1, “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya,” maka relasi kita dengan Kristus harus menjadi fondasi utama yang menguatkan dan menyatukan keluarga dalam kasih yang sejati. Jika kita mengusahakan keluarga Kristen tanpa Kristus sebagai Kepalanya atau tanpa menaati prinsip alkitabiah yang telah Tuhan sediakan, rumah tangga kita akan menderita.

Ada enpat Komponen yang terjadi dalam keluarga :

  1. Menjadikan Tuhan sebagai Pondasi Keluarga
    • Pentingnya menjadikan Tuhan sebagai dasar utama dalam setiap aspek keluarga.
    • Setiap langkah dan keputusan harus berlandaskan kasih dan kebijaksanaan dari Tuhan.
  • Krisis Terbesar dalam Keluarga: Krisis Cinta Sejati
  • Cinta sejati adalah fondasi yang harus dijaga agar keluarga tetap kuat dan harmonis.
  • Krisis cinta sejati dapat menyebabkan keretakan dalam hubungan keluarga
  • Mazmur 127:1 sebagai Pedoman.
  • Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.
  • Menekankan bahwa tanpa Tuhan, usaha membangun keluarga akan sia-sia.
  • Aplikasi Praktis dalam Kehidupan Keluarga.
  • Melibatkan Tuhan dalam doa bersama dan pengambilan keputusan keluarga
  • Membangun komunikasi yang penuh kasih dan saling menghormati berdasarkan ajaran Kristus.
  • Mengutamakan nilai-nilai Alkitab dalam mendidik anak dan membina hubungan suami-istri.

Keluarga yang sejati adalah keluarga yang mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan penuntun dalam setiap langkah hidupnya; dengan menjadikan Tuhan sebagai pondasi, keluarga akan mampu menghadapi segala tantangan, menjaga kasih yang tulus, serta membangun hubungan yang kokoh dan harmonis berdasarkan prinsip-prinsip kasih, pengampunan, dan kebijaksanaan.

Silahkan share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *